Purbalingga

Linggamas Desa Kedungbenda Kemangkon

Wisata Susur Sungai Klawing

satelit post | Jumat, 03 Juli 2015 - 10:44:51 WIB | dibaca: 496 pembaca

sumber.fotonet

PURBALINGGA, SATELITPOST-Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pesona Linggamas Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, akan meluncurkan Wisata Bahari Linggamas (WBL) sebelum Lebaran mendatang. Wisata ini diharapkan menjadi wisata baru bagi wisatawan termasuk para pemudik yang datang ke Purbalingga.

 

Paket utama wisata yang ditawarkan berupa susur sungai Klawing, kunjungan ke kampung nelayan, kebun papaya, dan menikmati kuliner ikan Senggaringan dengan khas kupat Landan. Kupat Landan seperti kupat biasa tetapi dimasak dengan air yang dicampur abu batang padi dan Blungkang (pelepah daun kelapa). 

          

Wakil Ketua Pokdarwis Linggamas, Adri mengatakan, peluncuran wisata sungai ini didasari semakin banyaknya pengunjung yang datang ke Kedungbenda dan menikmati perahu. “Setiap hari libur khususnya Sabtu dan Minggu, sudah ratusan orang yang datang ke Kedungbenda. Mereka sengaja melihat kemegahan jembatan Linggamas dan sebagian lagi menikmati perahu penyeberangan,” kata Adri, Kamis (2/7). 

         

Untuk naik perahu wisata, pengunjung cukup membayar Rp 5.000 per orang. Lama perjalanan perahu sekitar 15 menit. Wisatawan akan transit di perkebunan pepaya untuk memanen pepaya California sendiri. Pepaya yang matang, bisa langsung dinikmati di kebun sembari bersantai, dan jika mau membawa pulang cukup dengan mengeluarkan kocek Rp 2.500 untuk satu kilogramnya.      

 

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno MSi yang mencoba paket wisata tersebut, bersama sejumlah pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Purbalingga, Kamis (2/7) mengatakan, potensi Sungai Klawing sebagai daya tarik wisata sangat menarik untuk digarap. Apalagi, kata dia, Purbalingga belum memiliki wisata bahari, meski hanya berupa sungai.

 

“Desa wisata di Purbalingga yang sudah ada kebanyakan berada di wilayah pegunungan dengan menjual keindahan alamnya, sementara Kedungbenda memiliki potensi ini untuk dikembangkan sebagai wisata sungai,” katanya.

 

Prayitno mengaku optimistis pengembangan wisata susur sungai Klawing akan bisa berkembang. Dukungan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Purbalingga yang membuatkan tempat berjualan ikan sungai juga semakin menambah semangat warga setempat.       

     

Ketua HPI Purbalingga Aris Widianto mengatakan, potensi di Desa Kedungbenda jika dikemas sebagai  paket wisata akan sangat menarik dan layak jual. Hanya masih perlu dipoles sumber daya manusia pengelolanya, khususnya para pemandu. Aris mencontohkan, pengemudi perahu atau pendampingnya, harus dilatih teknik memandu wisatawan yang baik. Saat menjalankan perahu, mereka tidak boleh hanya diam saja, tetapi menerangkan tentang sejarah sungai, atau kebiasaan masyarakat sekitar sungai Klawing. (gan)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)