Internasional

Serbuan Skala Besar Militer Filipina di Mindanao

Tiga WNI Simpatisan ISIS Tewas

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:41:56 WIB | dibaca: 38 pembaca

Pasukan Filipina mengintai markas kelompok militan Maute di pulau Mindanao, Filipina./FOTONET

MANILA, SATELITPOST-Militer Filipina menyerang markas simpatisan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Pulau Mindanao. Serangan ini menewaskan puluhan simpatisan ISIS, tiga di antaranya warga Negara Indonesia dan seorang warga Malaysia.

 

"Kami menewaskan 37 militan, 14 orang telah diidentifikasi dan 23 masih belum diketahui. Ada tiga warga Indonesia dan satu warga Malaysia," kata Kepala Militer Nasional Jenderal Eduardo Ano di Manila, Selasa (25/4) dikutip dari Tribunnews.com.

 

Menurut Ano, para militan adalah bagian dari lebih 160 orang dari kelompok Maute yang diserang akhir pekan lalu di Pulau Mindanao. Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, Juru bicara brigade yang memimpin serangan di Kota Piagapo di Provinsi Lanao del Sur, mengatakan, tentara telah menemukan paspor asing milik beberapa orang yang tewas. Namun Herrera menolak memberikan rinciannya.

 

Ano menerangkan, warga asing dalam kelompok Maute adalah mantan anggota kelompok militan Asia Tenggara Jemaah Islamiyah, yang melakukan pengeboman di Bali tahun 2002. Dia mengatakan, Jemaah Islamiyah sudah lama beroperasi di Filipina selatan dan melatih penduduk setempat dengan keterampilan seperti pembuatan bom.

 

Militer Filipina melakukan serangan besar-besaran ke markas militan di Mindanao dengan menggunakan jet tempur FA-50, helikopter, pesawat pengebom, dan artileri.

Pasukan pemerintah mampu merebut kamp Maute yang luasnya tiga sampai empat hektar. "Kelompok Maute yang beroperasi di Filipina selatan telah menyatakan loyalitasnya kepada jaringan teroris ISIS," kata Letkol Herrera.

 

Kelompok itu dikaitkan dengan berbagai aksi pengeboman dan penculikan. Mereka pun telah melancarkan beberapa serangan terhadap masyarakat lokal. Di kamp Maute ditemukan bendera hitam ISIS, alat peledak buatan, granat, laptop, ponsel, dan kamera yang digunakan untuk membuat video untuk perekrutan.

 

Dia menambahkan, pasukan Filipina masih memburu lebih dari 100 anggota Maute yang melarikan diri ke perbukitan. Ano menerangkan, operasi militer yang sekarang digelar adalah upaya untuk menemukan pemimpin militan Filipina Isnilon Hapilon.

"Serangan militer ini memang dirancang dan dilakukan untuk melemahkan kelompok Maute," kata dia.(afgan86@yahoo.com)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)