Opini & Budaya

Seni Memaksimalkan Kelebihan Kita

Magang Dua | Senin, 17 April 2017 - 10:43:23 WIB | dibaca: 10 pembaca

Sesungguhnya tiap manusia memiliki kelebihan dan kehebatan pada dirinya. Sayangnya kelebihan dan kehebatan itu seringkali tidak disadari sehingga dirinya tidak mampu memanfaatkan sebaik-baiknya. Hal itu lebih disebabkan karena ketidakpahamannya. Yang sering kali terjadi  justru mereka banyak mengeluhkan kekurangannya. Bahkan, yang sudah memahami kelebihannya sendiri pun tetap biasa-biasa saja  karena dirinya tak mengerti bagaimana  memaksimalkannya. Akibatnya kelebihan yang dimilikinya itu hanya menjadi hal yang tidak bermakna karena tidak  pernah dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin.

 

Kenyataan seperti  itulah yang ditangkap oleh Andy Cope dan Andy Whittaker sehingga mereka merasa perlu menyadarkan melalui  buku The Art Of Being  Brilliant. Buku ini sungguh-sungguh menggugah pembacanya untuk mengubah pemikiran negatif menjadi positif. Bahkan tidak saja  sekadar membangun  pemikiran positif, melainkan lebih dari itu yakni mempertahankan pemikiran positif manusia dalam mencapai puncak kebahagiaan, kecemerlangan.

 

Jika selama ini orang  akan merasakan kecemerlangan dan puncak kebahagiaan hanya sementara, itu lebih disebabkan mereka menganggap kecemerlangan dan kebahagiaan ada di luar sana (halaman 3). Padahal kenyataannya,  itu semua sudah berada di dalam diri mereka masing-masing. Dengan demikian mereka telah salah memilih tempat dalam mencari kebahagiaan. Maka dengan membaca  buku ini mereka akan ditunjukkan bagaimana mereka dapat menemukan kecemerlangan yang begitu panjang. Dan buku inilah kuncinya.

Pada bagian lain buku The Art of Being Brilliant juga membangkitkan kesadaran kita akan hal-hal  yang selama ini kita pandang negatif. Kita selalu memandang banyak hal menjadi negatif. Kita sering memandang itu menjadi kekurangan yang kemudia kita justru menghindarinya. Padahal itu menjadi hal yang sebaiknya diubah. Hal-hal yang negatif mestinya harus diubah menjadi positif.

Buku ini sangat pantas dibaca oleh mereka yang memiliki sifat penyurut suasana hati dan mereka yang kadang memiliki kecenderungan berpikir negatif. Dengan membaca buku ini mereka akan dapat menyadari terhadap kelebihan dirinya dan mengoptimalisasikannya menjadi kelebihan yang dapat bermanfaat dalam hidupnya.

Hanya saja Anda perlu sedikit harus mengerutkan kening jika ingin memahami buku ini. Penggunaan istilah dan kalimat yang asing cukup banyak bermunculan. Hal ini sedikit akan membuat para pembacanya tidak akan bisa melepaskan begitu saja tiap kalimatnya. Sebab tidak semua kalangan pembaca dapat memahaminya. Setidaknya mereka harus mau mengulang kalimat atau paragraf jika tidak ingin membaca tanpa memahaminya.

 

Peresensi :

Riyadi, pegiat literasi di KOMPAK, tinggal di Jl Buntu Pasirmuncang RT 06/ RW 04 Purwokerto 53137

 

Judul        : The Art of Being Brilliant

Penulis                : Andy Cope dan Andy Whittaker

Terbit       : 2017

Halaman  : 262 halaman

Penerbit   : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta

ISBN         : 978-602-03-3569-8

  

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)