Peristiwa

Ribuan Banser Bukan untuk Hadang Tamasya Al Maidah

Magang Dua | Rabu, 19 April 2017 - 10:14:31 WIB | dibaca: 9 pembaca

BARISAN Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama pada Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di lapangan utama Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (18/4). TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIR

JAKARTA, SATELITPOST-Ribuan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama mengikuti apel siaga di lapangan utama Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (18/4). Apel siaga diadakan sehari jelang perhelatan pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas selaku pimpinan apel membantah gelar pasukan Banser ini bagian persiapan penghadangan massa "Tamasya Al Amaidah" yang akan mendatangi TPS-TPS di DKI Jakarta.

Tapi, pasukan siap membantu jika aparat keamanan membutuhkan tenaga dari Banser. "Orang tentu akan mengkaitkan apa ada kaitan ini dengan Pilkada DKI. Saya bilang enggak ada kaitan sama sekali tidak. Ini apel yang biasa kami lakukan," kata Yaqut usai memimpin apel pasukan Banser, Selasa (18/4) seperti diberitakan Tribunnews.

"Tetapi apabila negara memanggil, aparat keamanan membutuhkan kami, kami sudah siap di sini. Tapi, itu bukan tujuan utama kami," katanya.

Yaqut mengatakan, tujuan apel ini adalah dalam rangka persiapan Hari Lahir ke-83 GP Ansor yang jatuh pada 24 April 2017. Para anggota Banser dikumpulkan dengan apel adalah untuk menyolidkan visi, misi dan pergerakan organisasi.

Menurutnya, sudah jauh hari acara ini direncanakan. Kebetulan kali ini apel digelar di ibukota dan bertepatan dengan pagelaran Pilgub DKI Jakarta. Ia menegaskan, tidak akan ada pergerakan pasukan Banser ke TPS-TPS untuk menghadang massa yang membawa misi "Tamasya Al Almaidah". "Itu tamasya apa sih, mending di Ragunan, tamasya kok enggak jelas begitu," katanya.

Yaqut memastikan tidak ada agenda terselubung di balik berkumpulnya ribuan anggota Banser di ibukota saat ini, apalagi dikaitkan dengan situasi polhukam dalam proses Pilgub DKI Jakarta.

Meski begitu, kata Yaqut, pasukan Banser siap diterjunkan jika aparat Polri dan TNI kewalahan menghadapi kelompok yang merusak keuntuhan NKRI lewat proses Pilgub DKI Jakarta.

"Polisi itu sekitar 450 ribu, TNI 750 ribu kalau Banser itu punya hampir 2 juta anggota se-Indonesia, sekitar 1,7 juta anggota. Jadi kalau negara kewalahan menghadapi musuh yang mengancam negara, kami siap memberikan bantuan di sini," katanya. (lil)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)