Cilacap

Ramadan, Warga Siap Tempati Huntara

satelit post | Jumat, 19 Mei 2017 - 17:13:49 WIB | dibaca: 34 pembaca

 

 

CILACAP, SATELITPOST-Hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap untuk warga terdampak tanah bergerak di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang akan ditempati sebelum Ramadan ini. Dari 24 huntara yang akan dibangun, saat ini baru diselesaikan sebanyak 12 huntara.

 

“Saat ini baru 50 persen, dari total 24 unit baru 12 unit,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap, Martono, Rabu (17/5).

 

Martono mengatakan, BPBD akan segera menyelesaikan MCK bagi warga yang akan menempati huntara tersebut. Sehingga pada bulan Ramadan besok sudah bisa ditempati.

 

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, dari 24 kepala keluarga yang terdampak, hanya sebanyak 18 kk yang mau menempati huntara tersebut.  Ditargetkan akan ada enam unit huntara lagi yang dibangun sebelum puasa ini.

 

“Kemarin ada bantuan lagi untuk pembangunan 4 unit huntara lagi, InsyaAllah bisa selesai (sebelum Ramadan, red),” katanya.

 

Tri Komara mengatakan, tidak semua kepala keluarga yang terdampak mau menempati huntara, karena mereka ada yang membangun sendiri serta ada yang lebih memilih berada di rumah saudaranya.

 

Pembangunan huntara ini dilakukan setelah ada hasil laporan singkat gerakan tanah di Majenang dari Badan Geologi Kementrian ESDM. Dari hasil penelitian tim PVMBG tersebut, warga yang terkena dampak gerakan tanah harus direlokasi.

 

Di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya, ada 6 rumah hancur dan 17 rusak berat dengan 24 KK yang terdampak akibat gerakan tanah.

 

Pengadaan logistik untuk pembangunan huntara ini merupakan bantuan dari para donator yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina RU IV Cilacap, Bank Jateng, PT S2P dan unsur pemerintah baik dari Polres Cilacap, BPBD, Dinas Pangan dan Perkebunan serta donator perorangan.  Sedangkan pembangunan dilakukan secara gotongroyong dengan kerjabakti melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, perangkat desa dan warga. (ale)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)