Banjarnegara

PGRI dan Polri Teken MoU Perlindungan Guru

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:34:20 WIB | dibaca: 61 pembaca

WAKAPOLRES Banjarnegara, Kompol Widiantoro menandatangani MoU dengan PGRI di gedung PGRI Banjarnegara, Kamis (20/4). SATELITPOST/GATOT HC

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Deretan kasus yang menyeret para guru pada persoalan hukum belakangan ini, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banjarnegara. Sebagai upaya perlindungan terhadap anggotanya, PGRI Banjarnegara bersama Polres Banjarnegara menandatangani nota kesepahaman (MoU), Kamis (20/5).

Dalam agenda yang dipusatkan di Gedung PGRI Banjarnegara itu, ketua PGRI Banjarnegara Sukirman mengatakan, bahwa MoU tersebut merupakan upaya preventif melindungi profesi guru.

"Kita tidak pernah ingin guru terjerat kasus hukum. Tapi jika kenyataannya demikian, PGRI siap pasang badan bagi anggota yang terseret kasus hukum, selama dalam bingkai profesinya," kata Sukirman.

Selain MoU, elemen upaya perlindungan profesi guru juga telah dilakukannya dengan melakukan sosialisasi kode etik guru, sosialisasi hukum dan UU Perlindungan Anak, dan beberapa upaya lainnya.

"Kita juga aktif mengadvokasi guru yang terseret kasus hukum, dan yang terbaru kita mendorong untuk dibuatnya legal drafting undang-undang perlindungan guru. Sehingga posisi guru cukup kuat dan terlindungi dalam menjalankan profesinya," katanya.

Mewakili Kapolres Banjarnegara, Wakapolres Banjarnegara, Kompol Widiantoro mengatakan  dengan adanya MoU tentang  perlindungan hukum guru, diharapkan semua pendidik di Banjarnegara tidak pernah meragu dalam melaksanakan tugas mendidik siswa.

"Jangan galau dan MoU ini harapannya menjadi pembelajaran untuk tidak melakukan kekerasan secara fisik terhadap siswa. Kalau dilanggar, bisa terkena pasal uu perlindungan anak,"katanya.(gat)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)