Politik

Pengamat: Kekalahan Ahok Persulit Jokowi di 2019

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:18:48 WIB | dibaca: 13 pembaca

Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau perkembangan proyek pembangunan simapng susun Semanggi, Jakarta, Kamis (23/2). TRIBUNNEWS.COM

JAKARTA, SATELITPOST-Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi, menilai, kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI putaran kedua, akan memengaruhi Joko Widodo jika maju pada Pemilihan Presiden 2019.

Korelasinya, karena beberapa partai politik yang telah menyatakan akan mengusung Jokowi, merupakan pengusung Ahok-Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI. “Ini kemudian akan menyulitkan Jokowi di 2019,” kata Airlangga, saat dihubungi, Kamis (20/4) dikutip dari Kompas.com.

Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga, Ahok- Djarot diperkirakan kalah dari pesaingnya, Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Meski demikian, menurut dia, harapan bagi Jokowi untuk maju pada Pilpres 2019 tetap terbuka. 

Sosok Jokowi yang tidak memiliki indikasi tersangkut kasus korupsi, menjadi nilai lebih. “Artinya citra bersih dapat tetap dapat dirawat dan meluas pada pemerintah dan rezimnya,” kata dia.

Untuk menguatkan posisi dan elektabilitas Jokowi pada 2019, menurut Airlangga, mesin politik partai yang ingin mengusungnya harus "bergerilya" dari sekarang. Selain itu, ia juga menyarankan, agar kekuatan politik dari lembaga berbasis Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan para kiai menjadi prioritas untuk didekati. “Karena persoalan Jakarta ini bisa ditarik ke mana-mana. Ini yang harus diantisipasi,” ujar Airlangga.

Sementara Sekretaris Kabinet Pramono Anung yakin pemerintah pusat dapat bekerja sama baik dengan siapa pun yang akan ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. "Tentunya, siapapun yang sudah ditetapkan oleh KPU, pasti pemerintah, dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden, akan bisa bekerja sama dengan baik," ujar Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4).

Menurut Pramono, Presiden Joko Widodo sosok yang mampu bekerja sama dengan siapapun tanpa melihat latar belakang politik. "Tipe Bapak Presiden kita ini kan dapat bekerja sama dengan siapa saja," ujar Pramono.

Bahkan, kata dia, ada menteri dalam Kabinet Kerja yang pada Pilpres 2014 tidak mendukung Jokowi menjadi Presiden. Namun, hingga saat ini Presiden tetap bisa bekerja sama dengan baik dengan menteri tersebut.(gan)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)