Banjarnegara

Minimalisir Praktik Penimbunan

Pemkab Pantau Terus Ketersediaan Bahan Pokok

satelit post | Jumat, 12 Juni 2015 - 14:11:01 WIB | dibaca: 285 pembaca

 

BANJARNEGARA, SATELITPOST – Meningkatnya permintaan bahan kebutuhan pokok masyarakat jelang puasa dan lebaran selalu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Tak terkecuali Ramadan dan lebaran tahun ini. Demi menjamin keamanan akan kebutuhan masyarakat, pemkab terus melakukan monitoring stok dan kebutuhan masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara, Teguh Handoko mengatakan, monitoring dilakukan untuk mengetahui stok bahan pokok yang ada di pasaran. Melalui monitoring ini, mereka juga mencoba untuk menelurkan langkah-langkah antisipatif menghadapi kurangnya bahan kebutuhan pokok  maupun kegiatan nakal seperti penimbunan bahan pokok.

"Sampai saat ini, stok kebutuhan pokok untuk Banjarnegara masih aman, kalaupun terjadi ada kenaikan harga, itu masih wajar. Penyebabnya bukan karena kelangkaan barang, tetapi karena tingginya permintaan," ujarnya.

Menurutnya, monitoring yang dilakukan pemerintah bersama tim ini untuk mengecek harga-harga sembako di pasar. Tim juga akan melakukan pengawasan stok sembako yang ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen menjelang bulan puasa hingga lebaran.

"Tim bekerja secara mobile, monitoring dilakukan untuk melihat harga dan stok sembako. Misalnya harganya naik berapa, serta stok yang ada cukup sampai kapan," katanya.

Dikatakannya, tim monitoring ini turun ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Banjarnegara, tentunya pantauan akan lebih fokus pada kebutuhan pokok masyarakat. Terkait adanya kenaikan harga-harga sembako menjelang bulan puasa ini, pemerintah tentu sudah mulai melakukan berbagai antisipasi penambahan stok pada komoditas yang minim.

"Langkahnya, kami akan meminta kepada satker-satker yang memiliki komoditas untuk menyetok, misalnya telur, maka kita meminta kepada mereka untuk menyetok telur itu diperbanyak, terutama menjelang bulan puasa dan lebaran agar menyetok itu lebih banyak," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, jangan membeli berlebihan, karena otomatis kalau berlebihan stok akan berkurang. "Selama stok itu masih ada harga pasti terkendali, tetapi jika stoknya tidak ada hukum pasar berlaku," ujarnya. (oelsatriapos@yahoo.com)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)