Internasional

Obama Terima Honor Rp 5,3 Miliar Sebagai Pembicara

Magang Dua | Jumat, 28 April 2017 - 10:38:17 WIB | dibaca: 29 pembaca

Barack Obama/FOTONET

WASHINGTON DC, SATELITPOST-Obama dibayar 400 ribu dolar AS atau setara Rp 5,3 miliar untuk berbicara di konferensi perawatan kesehatan yang diselenggarakan Cantor Fitzgerald, perusahaan milik Wall Street. Pada saat masih menjabat Presiden AS, Obama kerap mengkritik sektor keuangan.

Uang yang diterima Obama itu hampir dua kali lebih besar dari yang diterima Hillary Clinton, yang berpidato sebagai kandidat presiden pada tahun 2016, di Goldman Sachs. Baik para staf Obama atau pihak Cantor Fitzgerald tidak dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasinya terkait upah untuk Obama tersebut.

Obama bukanlah mantan presiden atau pejabat tinggi AS yang pernah mendapatkan bayaran tinggi dari kalangan bisnis untuk menjadi pembicara di acara-acara mereka. Semua mantan Presiden AS mendapatkan pensiun, yang jumlahnya bisa mencapai 205.700 dolar setahun dan terus dinaikkan guna mengikuti laju inflasi.

Mereka juga menerima uang dari pemerintah federal untuk menutup biaya kantor dan stafnya. Pada tahun 2010, Obama ketika menjabat presiden pernah mengeluarkan undang-undang untuk menekan Wall Street.

Mantan presiden berusia 55 tahun itu kembali ke panggung publik minggu ini saat ia berbicara di University of Chicago, di mana dia mengatakan akan mendukung pemimpin masa depan.

Dia mengatakan kepada hadirin bahwa ketidaksetaraan ekonomi, kurangnya kesempatan kerja, dan sistem peradilan pidana yang tidak imbang, harus dilawan. “Semua masalah itu serius, menakutkan, tapi tidak bisa dipecahkan. Apa yang menghambat kita untuk mengatasi masalah itu dan membuat lebih banyak kemajuan, benar-benar ada hubungannya dengan politik dan kehidupan sipil kita," katanya dikutip dari Kompas.com.

Sejak akhir masa jabatan keduanya, Obama mulai menulis memoarnya, dari sana dia dan istrinya Michelle dilaporkan menerima  60 juta dolar. Ia juga pergi berlibur dengan pengusaha Sir Richard Branson. Cantor memiliki kantor di World Trade Center dan selama serangan 11 September 2001 perusahaan itu kehilangan dua pertiga stafnya. (gan)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)