Cilacap

Tidak Bisa Kelola Keuangan saat Panen -Grebeg Pasar OJK Purwokerto di Pasar Ikan Teluk Penyu

Nelayan Terjerat Rentenir

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:23:48 WIB | dibaca: 24 pembaca

KEPALA OJK Purwokerto melakukan grebeg pasar di Pasar Ikan Teluk Penyu Cilacap untuk sosialisasi OJK dan waspada investasi bodong kpd pedagang, Kamis (20/4). SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Penghasilan nelayan sangat tergantung kepada hasil tangkapan ikan yang diperoleh. Tidak setiap hari mereka berpenghasilan. Hanya pada saat-saat tertentu para nelayan ini memperoleh penghasilan. Terutama saat musim panen yang bisa saja terjadi beberapa bulan sekali.

 

"Pada saat panen hasil mereka banyak, tapi biasanya langsung dihabiskan. Padahal ada kalanya hasil laut sedang paceklik, nelayan bingung. Mereka bisa menjual-jual barang di rumah atau hutang. Karena itu mereka harus bisa mengelola keuangannya," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Farid Falatehan pada saat Sosialisasi OJK dan Grebeg Pasar Ikan di TPI Pandanarang Pantai Teluk Penyu Cilacap, Kamis (20/4).

Pengelolaan keuangan ini, kata dia, dengan memecah-mecah pemasukan atau uang yang diterima sesuai dengan peruntukkannya. Misalnya untuk sedekah, bayar pinjaman sekitar 20-30 persen, menabung dan untuk kebutuhan. Menabung, kata dia, menjadi penting, untuk cadangan keuangan keluarga.

 

"Setiap akan melaut nelayan butuh untuk keperluan bahan bakar dan lainnya. Ini juga harus disisihkan. Semua harus direncanakan," katanya.

 

Selain itu, OJK juga meminta kepada para nelayan untuk waspada dengan adanya investasi bodong yang saat ini masih saja ada. Dia mengatakan ciri-cirinya biasanya menjanjikan bunga tinggi, menggunakan tokoh-tokoh, hanya mengandalkan memiliki SIUP dan lainnya.

 

 

"Jangan mudah percaya dengan investasi seperti ini," katanya.

 

Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang Teluk Penyu, Tarmuji mengatakan pada saat paceklik memang banyak nelayan yang memenuhi kebutuhannya dengan berhutang ke tetangga atau menjual barang miliknya.

 

"Nelayan ini kesulitan ketika akan meminjam ke bank, karena tidak punya aset. Jadi larinya ke rentenir atau bank ucek-ucek," katanya.

 

Dengan adanya sosialisasi dari OJK terkait perencanaan keuangan dan juga investasi ini diharapkan bisa membantu para nelayan untuk bisa mengelola keuangan mereka sehingga terhindar dari hutang-hutang.

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Sujito yang membacakan sambutan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat terutama nelayan akan semakin waspada saat akan melakukan investasi.

 

"Harus legal dan logis dalam berinvestasi, dan waspada lembaga tidak resmi yang menawarkan investasi," katanya.

 

Gregeg Pasar Ikan dilakukan usai dilakukanya sosialisasi oleh OJK dan juga lembaga keuangan lainnya. Mereka membagi-bagikan selebaran dan juga memberikan sosialisasi kepada pedagang pasar Ikan Teluk Penyu Cilacap. (ale)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)