Banyumas

Buntut Insiden Penertiban

LSM Pijar Temui Pedagang Pasar Sokaraja

satelit post | Rabu, 29 Juli 2015 - 10:16:05 WIB | dibaca: 304 pembaca

SOKARAJA, SATELITPOST-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Informasi Jaringan Rakyat (Pijar) Banyumas sangat menyayangkan insiden keributan antara pedagang dan Pegawai Dinas Pasar Sokaraja pada Sabtu (24/7) lalu.

 

"Kami juga menyayangkan sikap kasar pegawai Dinas Pasar yang notabene PNS hingga mengakibatkan ibu Narti lebam terkena nampan dagangnya yang ditendang PNS tersebut," kata Direktur Operasional LSM Pijar, LPAS Widianingrum saat berkunjung ke Pasar Sokaraja untuk memberikan dukungan kepada pedagang, Selasa (28/7).

 

Sebagai seorang PNS, menurut Widianingrum, seharusnya pegawai tersebut bisa mengontrol emosi yang berlebihan, terlebih lagi berakibat merugikan orang kecil yang sedang mengais rizki. Dari informasi para pedagang, perlakuan kasar dari pegawai dinas pasar tidak hanya terjadi kali ini saja. Hanya saja, saat insiden Narti ini dia melapor dan terpublikasi.

 

"PNS seperti itu harus diberi pembinaan. Agar tidak terulang lagi insiden seperti kemarin," ujarnya.

 

Direktur Hukum dan HAM LSM Pijar Banyumas, Estiningrum mengatakan, dari hasil survei dan pemeriksaan diketahui akar masalah insiden tersebut karena kecemburuan sosial antar pedagang yang dipicu dari  lokasi lapak berdagang yang tidak merata.

 

"Pasar dibagi menjadi dua. Pasar satu berada di depan dan pasar dua terletak di bagian belakang dengan pemisah musala. Secara umum memang pasar belakang sepi pembeli, karena lokasinya yang masuk terlalu dalam. Mereka pindah ke depan demi mengais rizk," ujarnya.

 

Dari hasil survey ini, LSM Pijar menyimpulkan, perlu adanya tim pengkaji untuk menata Pasar Sokaraja karena dengan adanya lokasi satu dan dua menjadi biang kecemburuan pedagang.

 

"Kami imbau kepada anggota dewan untuk turun dan meninjau struktur lokasi pasar ini. Kepada pegawai Dinas Pasar agar dalam melakukan penertiban dan pembinaan kepada pedagang tidak menggunakan kekerasan," kata Esti.‎

 

‎LSM Pijar juga menyarankan, agar paguyuban pedagang pasar kembali diaktifkan untuk saling kontrol.

 

Seperti diberitakan koran ini kemarin, pegawai Dinas Pasar bernama Karseno terlibat dalam insiden keributan telah mendapat pembinaan dari Disperindagkop.

 

"Sanksi teguran secara lisan sudah kami berikan kepada PNS tersebut.,"kata Joko Wikanto,Kepala Disperindagkop Banyumas. (rare.mio@gmail.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)