Cilacap

Total Sebesar Rp 1,1 Miliar

Klaim Asuransi 12 Nelayan Cair

Magang Dua | Jumat, 21 April 2017 - 10:17:13 WIB | dibaca: 21 pembaca

KEPALA Dinas Perikanan Clp Sujito memberikan klaim asuransi dari PT Jasindo kepada ahliwaris nelayan yang meninggal dunia, Kamis (20/4). SATELITPOST/RENNY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Klaim asuransi nelayan yang ada di Cilacap pada tahun 2017 ini sudah mencapai Rp 1,1 miliar. Pencairan ini berasal dari 12 nelayan yang mengklaim kepada PT Jasindo melalui Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap.

Kepala Dinas Perikanan Cilacap, Sujito mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 9.265 orang nelayan dari sekitar 15 ribu nelayan di Cilacap yang sudah masuk asuransi. Untuk asuransi ini premi dibayarkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui PT Jasindo.

“Untuk pengajuan klaim di Cilacap sudah ada sebanyak 28 pengajuan. Sudah terealisasi sebanyak 12 pengajuan. Empat di antaranya karena sakit dan delapan meninggal dunia. Sedangkan masih ada yang belum cair sebanyak 13 pengajuan dan yang ditolak ada tiga pengajuan,” ujarnya usai penyerahan klaim asuransi kepada beberapa ahli waris keluarga nelayan di TPI Pandanarang, Kamis (20/4).

Dari 13 pengajuan yang belum cair ini, kata dia, saat ini masih dalam proses. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh ahli waris. Di antaranya syarat administrasi, syarat objek, dan syarat subjek. Seperti aturan visum dari RS dokter. Jika dipenuhi, maka sesuai standar bisa diproses selama dua minggu, namun rata-rata sampai dua bulan.

Dinas mentargetkan sisa nelayan yang belum masuk asuransi ini akan didaftarkan pada tahun ini. Sehingga seluruh nelayan kecil di Cilacap sudah ter-cover asuransi kecelakaan kerja.

Kepala PT Jasindo Perwakilan Purwokerto, Adang Nuryadi mengatakan, klaim asuransi nelayan untuk di Cilacap sudah mencapai Rp 1,1 miliar.

 

Nelayan yang meninggal dunia akibat kecelakaan di laut, maka ahli waris akan mendapatkan klaim sebesar Rp 200 juta. Sedangkan apabila meninggal akibat sakit mendapatkan klaim sebesar Rp 160 juta. Sedangkan apabila mengalami sakit dan dirawat, maka ada penggantian pengobatan maksimal Rp 20 juta.

“Sudah ada delapan orang yang meninggal dunia, dan klaimnya sudah dicairkan. Ada juga yang ditolak, karena peserta tidak sesuai dengan persyaratan. Karena bekerja di kapal besar, padahal asuransi ini untuk nelayan kecil dengan kapal di bawah 10 GT,” katanya.

 

Untuk presmi, kata dia, 100 persen dibayarkan oleh KKP. Di Cilacap sendiri masih ada sekitar 4 ribu nelayan lebih yang belum masuk. Pihaknya meminta agar segera mendafarkan diri lagi, pada Mei-Juni mendatang. (ale)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)