Internasional

Indonesia Dorong GNB Dukung Kemerdekaan Palestina

Magang Dua | Senin, 19 September 2016 - 13:11:39 WIB | dibaca: 559 pembaca

RETNO MARSUDI. FOTONET

JAKARTA, SATELITPOST-Indonesia mendorong seluruh negara Gerakan Non-Blok (GNB) untuk terus memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat berikan pernyataan pada Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina negara-negara GNB di Pulau Pulau Margarita, Venezuela, 15 September 2016 lalu. Dalam kesempatan itu, Retno menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh anggota GNB agar proses perdamaian Palestina segera dimulai kembali.

Indonesia, lanjut Retno, sepenuhnya mendukung inisiatif pemerintah Prancis untuk memulai kembali proses perdamaian di Palestina. Indonesia juga mendorong peningkatan peranan track two, termasuk civil society organization dalam memperkuat dukungan bagi proses perdamaian.

"Berbagai proses dan inisiatif yang dilakukan untuk mendukung terciptanya perdamaian di Palestina harus didukung," kata Retno dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (16/9) seperti dilansir dari Kompas.com.

Selain itu, Retno juga menegaskan masyarakat internasional perlu memberikan tekanan lebih agar Israel menghentikan kekerasan dan pelanggaran HAM di Palestina. Israel, kata dia, harus menghentikan kegiatan pembangunan ilegal atau resettlement di wilayah pendudukan Palestina. "Israel tidak boleh dibiarkan menikmati keuntungan ekonomi dari wilayah pendudukannya," ujar Retno.

Retno mengingatkan, dukungan kepada Palestina merupakan satu dari alasan utama pendirian GNB. Untuk itu, ia menyerukan agar anggota GNB terus memberikan dukungan kepada perjuangan Palestina dalam mencapai kemerdekaan secara penuh.

Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad Al Maliki memberikan briefing mengenai situasi terakhir di Palestina.

Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina GNB diselenggarakan di sela-sela pertemuan Tingkat Menteri negara-negara GNB dalam rangka persiapan Konferensi Tingkat Tinggi GNB ke-17.

Acara itu direncanakan akan berlangsung tanggal 17-18 September 2016. Pertemuan telah dihadiri oleh negara-negara anggota GNB yang merupakan anggota Komite Palestina, yaitu Indonesia, Aljazair, Bangladesh, Kolombia, Kuba, Mesir, India, Malaysia, Palestina, Senegal, Afrika Selatan, Zambia dan Zimbabwe.(gan)

 










Komentar Via Website : 1
Roderich
19 September 2016 - 14:52:48 WIB
Prime Minister Benjamin Netanyahu ; Arab yang hari ini menyatakan diri sebagai "Palestina" tidak asli memiliki tanah. Kebanyakan "Palestina" adalah keturunan Arab migran yang tertarik oleh peluang ekonomi yang dibuat oleh orang Yahudi.
Robert F kennedy berkata ketika ia mengunjungi Tanah Suci pada tahun 1948 melaporkan situasi yang tegang di wilayah untuk di beritakan ke Boston: "Point utama adalah Orang Yahudi bangga melalui fakta bahwa lebih dari 500.000 orang Arab, dalam 12 tahun antara tahun 1932-1944 datang ke Palestina untuk mengambil keuntungan dari kondisi hidup yang keluar dari negara Arab yang tidak memiliki fasilitas itu.."
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)