Banyumas

Pasus RDTRK, Kunjungi Bappenas dan Bogor

Hasil dan Dasar Kunja Dipertanyakan

satelit post | Senin, 21 September 2015 - 10:18:53 WIB | dibaca: 264 pembaca

PURWOKERTO, SATELITPOST-Tudingan adanya  perpecahan atau ketidakkompakan di internalPansus Rencana Detail  Tata Ruang Kawasan(RDTRK) Perkotaan Purwokerto tahun 2014-2034 dibantah sejumlah anggota  pansus.

Suprayogi, anggota pansusmengklarifikasi,sampai kegiatan kunjungan kerja (kunja) ke Kota  Bagor dan konsultasi ke Bappenas padaRabu-Jumat (16-18/9) pekan lalu, anggota pansus masih kompak. Kekompakan itu,kata dia terlihat dari jumlah anggota pansus yang  berangkat ternyata lebih  dari separo.

Yogi dan beberapa anggotalain, yang semula disebutkan tidak ikut kunja Pansus RDTRK,  namun ia ikut Pansus Pilkades akhirnya mengaku ikut Kunja pansus RTDRK karenajadwal kunja yang  dibuat bersamaan olehSetwan.

"Rabu  (16/9) pagi saya ketemu ketua pansus di DPRDbersama Kuntoro (PPP) dan Suharto (Demokrat) karena ada pemberitahuan kalaukunja dilakukan bersamaan. Bahkan ketua sudah menghubungi  pihak Bappenas, sehingga tidak enak kalaudibatalkan. Akhirnya kami bertiga putuskan ikut kunja yang  RDTRK," katanya meluruskan pernyataan anggotapansus lainnya, Anang Agus Konstrad, sebelumnya yang dinilai tidak tepat.‎

‎Yogi menekankan, sejakawal Ia memutuskan ikut kunja pansus tersebut meskipun saat digelar  rapat koordinasi dengan pimpinan dewan,Selasa (15/9) Yogi mengaku di internal pansus juga belum ada  kesepakatan bersama terkait berbagaikeputusan agenda yang akan diambil pansus paska dimasukkan  kembali di masa sidang ketiga (sejak Banmusmenggelar rapat 1 September lalu)‎

"Justru Ananglahyang bergabung saat kunja hari pertama di Kota Bagor. Saat kunja hari keduadi  Bappenas, dia tidak ikut, kemungkinankarena mendampingi transmigran yang ke DPR atau kemana, saya  tidak tahu. Untuk kunja kali ini, memangdiakui ketua pansus yang menentukan, kemudian dijadwalkan  setwan," kata Yogi menjelaskan. ‎

Yang akhirnya ikut kunja,kata dia,  selain dirinya ada Subagyo(ketua), Darisun, Kodimah, Putut, Anang, Kuntoro, Suharto dan Eko Purwanto. Sedangkan yang tidak ikut, Yoga Sugama, Bambang Pujianto,  Agus Prianggodo, Nanung Astoto dan  Saeful Hadi (wakil ketua) karena izinmenunaikan ibadah haji.

‎"Kebetulan saatpansus berangkat, Anang sudah lebih dulu di Jakarta karena ada kepentingan  partai. Sehingga yang bersangkutankemungkinan bergabung ke Pansus Pilkades yang dinilai lebih  gemuk,"katanya.‎

Terkait kunja tersebut,Yogi Ketua Partai Nasdem Banyumas ini mengatakan hasil kunja sangatlah penting.Seperti halnya di Kota Bagor,  raperdanyasudah diajukan tiga tahun lalu, namun sampai sekarang belum selesai dibahas diDPRD.Itu karena banyak hal yang harus diperhatikan dan diperhitungkan. Untukpenyusunan perda tata ruang  wilayahnya,Kota tersebut juga membutuhkan waktu enam tahun.

"Pihak DPRD KotaBogor dan Bappenas malah memberi apresiasi, di Purwokerto baru setahun  pembahasanya, rata-rata daerah  lain rata-rata dua-tiga tahun," katanya.

Bahkan data di Bappenas,lanjut dia, untuk perda RDTRK di Indonesia, baru ada tiga daerah yangselesai  melaporkan, dua luar Jawa dansatunya di Jawa (Purwakarta). Bappenas, katanya juga mendorong  kabupaten/kotasegera menyelesaikan, karena ini juga berdampak untuk penyusunan RPJP nasional.

"Alasannya, kalauperda seperti ini belum selesai semua, bisa berdampak ke pelaksanaanpembangunan."ujarnya.

Yogi menjelaskan, satu diantara masalah yang menyebabkan kerja pansus terkesan lamban adalah  ketidaksiapan eksekutif dalam menyertakandata peta detil soal pemanfaatan tata ruang untuk  perencanaan Purwokerto 20 tahun mendatang.  Syarat ketentuan yang harus dipenuhi, diantaranya,  tetap mempertahankan dan menyediakanlahan atau zona hijau sekitar 32 ribu hektare. Sementara kondisi yang ada diPurwokerto dan rencana perluasan wilayah kota, baru tersedia sekitar 27  ribu hektare.

"Masih adakekurangan  5 ribu hektare, sementaralahan-lahan hijau di daerah pinggiran sudah dikuasai para investor, badan usaha, instansi dan spekulan tanah, yangproyeksi pemanfaatannya,  masuk ke zonakuning , bukan hijau lain,"katanya.

Masalah lain adalah,  terkait rencana pemekaran Banyumas menjadidua daerah otonom, yakni  KotamadyaPurwokerto dan Kabupaten Banyumas, juga harus diperhitungkan untuk pembagiandan  pemanfaatan tata ruangnya ke depanmau seperti apa.

Untuk itu, lanjut Yogi,sehabis kunja, dalam minggu ini, Pansus jadwalkan  mengundang pihak eksekutif untuk melaporkan  hasil pemetaan detiil soal pemanfaatan tataruang serta mengintensifkan pertemuan internal pansus dan  dengar pendapat dengan masyarakat.

"Memang  Ini terkesan lama tidak dibahas, bukan sematakarena pansus, tapi karena pihak eksekutif belum melaporkan kepansus,,"katanya. (rare.mio@gmail.com)

SIDEBAR

LIBAS Bakal AdakanAudiensi

KETUA Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM) LIBAS Sumbadi merencanakan pada hari ini (21/9) akanmendatangi DPRD Banyumas untuk beraudiensi dengan Panitia Khusus (Pansus)RDTRK.

"Selain untukmendengarkan paparan dari hasil kunja pansus, bila ternyata ada hasilnya, kamijuga akan mempertanyakan dasar kunja? Kok bisa tetap berangkat meski belum adadasarnya," kata Sumbadi, Minggu (20/9).

Sumbadi juga mengakumendapat bocoran, jika selama kunja di Bogor, Pansus Pilkades yang berangkatbersama justru ditarik ke Pansus RTDRK. Tujuannya untuk mencukupi quorum RTDRK.

‎"Ini menjadi rancu,pasalnya perjalanan dinas pansus pilkades ya seharusnya mengurus programnyasendiri, bukan ikut mengurus RTDRK. Ini harus dipertanyakan kinerjanya,"katanya. ‎(triono yulianto)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)