Banjarnegara

Harus Rela Menderita

Magang Dua | Kamis, 20 April 2017 - 10:28:22 WIB | dibaca: 27 pembaca

Menjadi pendamping lelaki pujaan, merupakan hal yang sangat didambakan semua wanita. Bayang-bayang suka dan duka, dilalui bersama begitu indah. Namun, itu tidak bagi Septi, warga Desa Gumelem Kulon Kecamatan Susukan.

"Siapa yang tidak ingin menikmati masa kebersamaan bersama suami tercinta. Entah susah atau senang, pasti ingin dijalani berdua," katanya.

Septi merupakan istri seorang Sigit, kakak kandung dari Ida Nurofatin Muslimah yang kenestapaan hidupnya diangkat dalam pemberitaan SatelitPost, Senin (17/4) lalu.

Setelah menikah Oktober 2014 silam, Septi ihklas tinggal bersama keluarga suaminya yang dari sisi ekonomi sangat memprihatinkan.

"Saya tidak tega melihat Linda, Ida dan ibu mertua. Saya sering bolak balik pulang ke Somagede untuk mengambil bahan makan, untuk dibawa ke rumah di Gumelem Kulon," katanya.

Apa yang terjadi pada keluarga barunya itu, tidak membuat pengabdiannya surut. Dia pun tidak memilih pergi, walaupun itu bisa saja dilakukan.

"Suami sering cerita kalau dia di Jakarta juga tidak akan makan kenyang, karena ingat saya serta adik dan ibunya di sini yang kurang makan," katanya.

Apapun yang terjadi, kata dia, keluarga ini adalah keluarganya. Sebisanya dia tidak meninggalkan ibu dan adik-adiknya dalam kondisi apapun.

"kebahagiaan kami sudah ditukar dengan merasa lapar bersama, susah bersama, walaupun berbeda tempat," katanya.(gat)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)