Banyumas

Pelaku Asal Ajibarang

Guru Ngaji Diduga Cabuli 5 Murid

satelit post | Rabu, 17 Mei 2017 - 12:36:21 WIB | dibaca: 105 pembaca

PURWOKERTO, SATELITPOST-Seorang guru ngaji berinisial KH (24), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang ditangkap oleh Kepolisian Polres Banyumas. KH melakukan perbuatan bejat yakni mencabuli murid mengajinya beberapa waktu lalu. Saat ini kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut dengan dugaannya korban mencapai lima orang.

 

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah SH SIK MHum mengatakan, penangkapan tersangka bermula pada tanggal 14 Mei lalu pelaku sedang mengajar beberapa muridnya. Setelah selesai mengajar dirinya melihat korban MS (9) yang sendirian. Kemudian KH meminta korban untuk pergi ke kamar kosong.

 

Setelah itu, pelaku dengan niatan bejatnya menelanjangi korbannya dan melakukan tindak senonoh tersebut. Hingga akhirnya melakukan rudapaksa terhadap korban MS. “Setelah tindakan pelaku korban mengalami pendarahan pada bagian alat kemaluannya, hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit oleh orangtuanya. Dari keterangan medis korban memang mengalami luka pada kemaluannya, hingga akhirnya korban mengakui jika pelaku telah melakukan tindakan tersebut kepada korban,” ujarnya, Senin (15/5).

 

Atas kejadian tersebut, pihak orangtua melaporkannya kepada kepolisian hingga akhirnya pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku KH. “Saat kami lakukan penangkapan pelaku juga mengaku jika dirinya telah melakukan tindakan tersebut. Kami masih mengembangkan dengan beberapa korban lainnya,” kata Kapolres.

 

Selain telah meminta keterangan para korbannya, kepolisian juga menyita barang bukti berupa satu potong rok, baju seragam TPA, potongan kerudung, celana dalam, celana kolor, sprei, sarung bantal, dan celana pendek. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua ata UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

 

Menurut tersangka KH, dirinya mengaku melakukan perbuatan pemerkosaan tersebut hanya sekali bersama MS, namun kepolisian mendapati dugaan korban pemerkosaan lainnya satu orang, sedangkan tiga orang korban lagi menjadi korban pencabulan. “Tiga orang itu hanya saya pegang-pegang saja, tidak-tidak melakukan tindakan lainnya,” ujarnya.

 

Perbuatan bejat pelaku mengakui telah dilakukannya selama setahun belakangan ini. Namun dilakukan ketika hanya ada kesempatan. “Setelah belajar baru saya raba-raba tetapi sambil bercandaan. Itu tidak dilakukan setiap hari kalau ada kesempatan saja,” kata dia. (shandiyanuar@yahoo.com)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)