Cilacap

Di Kabupaten Cilacap Jumlahnya Melebihi Kebutuhan

Guru Honorer Mungkin Dipangkas

satelit post | Senin, 08 Mei 2017 - 12:01:14 WIB | dibaca: 195 pembaca

Guru honorer.SATELITPOST/RENY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Tenaga honorer yang ada di Cilacap, jumlahnya sudah melebihi kebutuhan yang ada. Karena itu butuh evaluasi dan kemungkinan dilakukan pemangkasan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Warsono, di gedung DPRD Cilacap, Kamis (4/5).

 

“Masuknya honorer saat ini sudah tidak terkendali,” ujarnya. Untuk jumlah di sekolah dasar sendiri, kata Warsono, ada sebanyak 3.700 guru honorer. Padahal kebutuhan hanya 2.096 guru. Sama halnya di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) ada sebanyak 588 guru dan tenaga honorer, padahal yang diperlukan sebanyak 334 orang.

Karena itu, adanya selisih jumlah ini, akan melakukan seleksi. Agar jumlah guru honorer disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Cilacap. “Selisihnya ini nantinya akan diseleksi. Aturannya seperti apa, nanti akan dirumuskan modelnya,” katanya.

 

Warsono meminta kepada para honorer yang ada di Cilacap ini agar memaklumi, dan juga mengikuti seleksi. Saat ini dinas juga sedang melakukan pengecekan dan melakukan pemetaan sesuai dengan masa kerja wiyata bakti. Dari data tersebut, pihaknya juga akan melakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga honorer tersebut.

Dibantah

Ketua Forum Honorer Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Cilacap, Sunardi mengatakan jika sebenarnya di lapangan tidak ada kelebihan tenaga honorer. Jumlahnya pas di sekolah masing-masing.

“Sebenarnya tidak overload, di lapangan tidak ada tenaga honorer yang kelebihan di sekolah. Mereka pas di sekolah masing-masing. Misal di sekolah perlu ada tenaga khusus administrasi, bahasa Inggris. Kalau overload tidak ada. Kalau ada kelebihan, maka akan melaporkan ke dinas masing-masing,” ujarnya.

 

Adanya guru honorer ini sendiri, kata dia, bukan hanya dari komite yang meminta tetapi juga dari pihak sekolah. Karena memang di lapangan, kata dia, terjadi kekurangan guru. Tidak sedikit, di SD, tenaga PNS hanya 2-3 orang. Padahal ada enam rombongan belajar yang harus belajar. Sehingga sekolah pun menarik guru honorer untuk dipekerjakan di sekolahnya.  “Dari pihak sekolah juga kadang meminta, karena kebanyakan mengalami kekurangan guru, kalau kekurangan guru ini riil di lokasi,” katanya.

 

Akan adanya seleksi ini, kata dia, memang diperlukan. Terutama bagi tenaga pendidik, karena sesuai aturan yang mengajar harus sarjana. “Saat ini tidak dipungkiri,  ada yang lulus SMA, atau sedang kuliah. Setelah lulus, malah mereka keterusan mengajar, akhirnya bakti juga,” katanya. (ale_rafter@yahoo.com)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)