Banyumas

Terjadi di Desa Karangtengah, Cilongok

Dua Bulan Sungai Keruh Berlumpur

Magang Dua | Kamis, 12 Januari 2017 - 15:20:44 WIB | dibaca: 150 pembaca

Poster yang dipasang warga yang melakukan protes akibat kondisi perairan keruh di desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas, Rabu (11/1).SATELITPOST/CR-6

PURWOKERTO, SATELITPOST-Selama dua bulan belakangan, air sungai di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas keruh berlumpur. Warga kemudian protes dengan memasang sejumlah atribut kegelisahan di pinggir sungai.

 

Tepat di jembatan utara Kantor Kepala Desa Karangtengah, warga memasang papan bertuliskan keresahan mereka. Satu di antaranya bertuliskan 'kapan banyune bening'. Terpasang pula replika ikan, sebagai tanda satu habitat yang juga turut terancam kelestariannya.

 

Sejumlah warga mengatakan, mereka memasang atribut keresahan mereka pada Selasa malam sampai Rabu pagi kemarin (11/1). "Agar semua tahu, kalau perairan di Desa Karangtengah dalam kondisi rusak parah," kata Agus, warga Karangtengah yang ditunjuk untuk menyampaikan keresahan mereka kepada SatelitPost.

 

Ia mengatakan, sungai yang saat ini keruh berlumpur merupakan sumber utama kehidupan warga Desa Karangtengah. "Sungai ini digunakan untuk mandi, mencuci, dan juga untuk mengairi sawah dan kolam perikanan," kata Agus.

 

Sejak air sungai keruh berlumpur, kata dia, warga tidak lagi bisa mandi dan mencuci seperti biasanya. "Sawah dan kolam ikan jadi rusak, karena dialiri air keruh," kata Agus.

 

Hampir semua kolam ikan dan ratusan hektare sawah di desa Karangtengah, Kalisari, Panembagan, Pernasidi, dan Cikidang tergantung dari aliran sungai yang saat ini semakin keruh. "Karena kami daerah yang paling atas, dan termasuk pengguna pertama. Jadi kami protes lebih awal," kata Agus.

 

Ia menduga, air sungai menjadi keruh berlumpur diakibatkan proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi di lereng gunung Slamet. "Air berlumpur seperti ini sejak ada proyek Listrik Geotermal di atas sana," kata Agus.

 

Sebelum proyek listrik panas bumi berlangsung, sejumlah warga mengatakan sungai keruh jika terjadi longsor dan hanya berwarna kuning, dalam satu jam sudah kembali jernih.

 

Warga Karangtengah awalnya mengira air sungai keruh hanya dalam kurun waktu satu ada dua hari. Namun ternyata air sungai keruh sudah hampir dua bulan. Mereka mulai jengah, sebab perikan dan pertanian mereka terancam rusak dan aktivitas keseharian tidak bisa dikerjakan.

 

Warga Karangtengah berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas segera bertindak. Mendesak pihak pengelola Pembangkit Listrik Geotermal untuk memulihkan perairan di Desa Karangtengah.

 

"Kalau lama dan tidak segera dipulihkan, resapan air keruh ini bisa membuat air sumur untuk diminum warga juga rusak," kata Agus. (cr-6)

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)