Internasional

BNPT: Mahasiswa Target Utama ISIS

satelit post | Rabu, 17 Juni 2015 - 14:04:56 WIB | dibaca: 301 pembaca

sumber.fotonet

JAKARTA, SATELITPOST-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melihat mahasiswa dan pelajar adalah sasaran empuk propaganda paham radikal ISIS, karena itu mereka harus diberi pemahaman yang benar dan jangan sampai termakan propaganda ISIS.

“Jangan sempai mereka termakan propaganda para pelaku teror, apalagi mereka bergabung dengan ISIS,” ujar Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Agus Surya Bakti dalam pernyataannya, Selasa(16/6) sebagaimana dikutip tribunnews.com.

Agus Surya menjelaskan BNPT juga proaktif mendatangi berbagai lembaga, terutama perguruan tinggi dan sekolah-sekolah untuk berdialog dan memberi wawasan yang benar kepada generasi muda, mahasiswa, dan pelajar. Tujuannya agar tidak terjadi pembelokan keyakinan, aqidah, dan pemahaman oleh mereka.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan radikalisme itu justru lebih berbahaya dibandingkan dengan terorisme. Menurutnya, kalau radikalisme itu berkurang, maka terorisme pun otomatis juga akan berkurang.

Selama ini, NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjadi perekat antara Islam dengan negara (Indonesia). “Saya rasa apa yang dilakukan BNPT untuk merangkul para ulama muda ini sudah tepat dan perlu dikembangkan. Apalagi paham radikalisme dan terorisme telah menjadikan generasi muda sebagai target penyebaran paham mereka, baik itu melalui secara langsung maupun dengan memanfaatkan kecanggihan di dunia maya,” katanya.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Ali Musthafa Ya’qub MA mengatakan dalam Islam itu tidak ada namanya kekerasan, apalagi radikalisme dan terorisme. Dia menyambut baik digelarnya acara dialog terkait pencegahan paham radikalisme dan ISIS yang bertujuan memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran Islam kepada generasi muda dan pelajar.

“Karena anak-anak itu mempunyai dua potensi yakni potensi baik dan tidak baik. Dan ini adalah potensi yang baik agar anak didik itu dapat memahami makna Islam di Indonesia yang sebenarnya,” ujarnya. (gus)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)