Cilacap

Kekeringan Melanda Sejumlah Kecamatan di Cilacap

Banyak Tanaman Padi Terancam Puso

satelit post | Kamis, 30 Juli 2015 - 11:36:52 WIB | dibaca: 289 pembaca

Sejumlah petani sedang menggiling padi yang dipanennya dari sawah di Desa Jati Kecamatan Binangun, Rabu(29/7).SATELITPOST/RENY TANIA

CILACAP, SATELITPOST-Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap mengancam tanaman padi puso atau gagal panen. Di Kecamatan Cipari, dari 2.150 hektar sawah, 190 hektar sudah puso. Lokasi tersebut berada di Desa Caruy. Karena sawah di Kecamatan Cipari, kebanyakan merupakan sawah tadah hujan.

 

Camat Cipari, Budi Narimo, mengatakan,  sawah di  Desa Cisuru, Kutasari, Sidasari dan Segaralangu, juga terancam puso. “Petani sangat membutuhkan embung, karena menjadi satu solusi jangka panjang agar sawah-sawah petani tidak mengalami puso setiap kali musim kemarau tiba,” katanya, Rabu (29/7) kemarin.

 

Pihaknya akan segera mengusulkan pembuatan embung ke instansi terkait. Selain itu bersama dengan para kades di  Kecamatan Cipari akan mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy.

 

Camat Nusawungu, Agus Firmanudin, juga mengatakan, di Kecamatan Nusawungu memang tidak sedikit areal persawahan yang mengalami kekeringan. Akan tetapi, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti berapa lahan sawah puso.

 

“Yang melaporkan tidak ada, tapi secara faktual memang ada (sawah yang mengalami kekeringan, red). Kita sedang melakukan inventarisasi,” katanya melalui pesan singkat, Rabu kemarin.

 

Untuk tahun-tahun sebelumnya, di Kecamatan Nusawungu yang terancam mengalami kekeringan antaralin di Desa Nusawungu, Desa Klumprit dan juga Desa Kedungbenda.

 

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, diperkirakan musim kemarau ini akan terjadi sampai awal Oktober mendatang. Dengan puncak musim kemarau pada Bulan Agustus.(ale)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)