Internasional

Kapal Induk Batal Dikerahkan ke Semenanjung Korea

AS Prioritaskan Sanksi Ekonomi

Magang Dua | Kamis, 20 April 2017 - 10:27:49 WIB | dibaca: 14 pembaca

Kapal induk AS, USS Carl Vinson /FOTONET

SEOUL, SATELITPOST-Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengingatkan Korea Utara agar tidak mengetes keputusan militer Presiden Donald Trump, setelah melihat serangan militer ke Suriah dan Afghanistan. Peringatan ini dilontarkan di tengah kunjungannya ke Korea Selatan, Senin (17/4).

 

Korea Utara yang gagal dalam uji coba nuklir keenamnya pekan lalu, tidak menghentikan AS mengaktifkan sistem misil-pertahanan US THAAAD di Korea Selatan. Padahal, China telah mengajukan keberatan pada langkah AS ini.

"Korea Utara sebaiknya tidak mengetes niat Trump atau kekuatan militer AS di kawasan ini," kata Pence yang bertemu Plt Presiden Korea Selatan Hwang Kyo-ahn di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) dikutip dari Tribunnews.com.

 

Dia mengatakan, langkah militer tetap akan dipertimbangkan dalam proses menekan program senjata Korea Utara. Meski begitu, karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, pemerintahan Trump akan memprioritaskan sanksi ekonomi berat yang dijatuhkan pada Korut. 

Karena itu, gugus tempur Angkatan Laut Amerika Serikat yang terdiri dari sebuah kapal induk dan kapal perang lainnya tidak berlayar menuju Korea Utara. Berbeda dari yang diumumkan sebelumnya, kapal USS Carl Vinson kini sedang berbalik arah menuju yang berlawanan, yakni ke Australia.

Komando Pasifik AS, Selasa (18/4), mengatakan mereka telah membatalkan rencana berlabuh di Perth, dan sudah menyelesaikan pelatihan yang dijadwalkan bersama Australia setelah meninggalkan Singapura pada 8 April. Gugus tempur itu sekarang melanjutkan perjalanan ke Pasifik Barat seperti yang diperintahkan.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menegaskan kebutuhan untuk memperkuat aliansi bilateral melalui kerja sama yang erat pada isu-isu keamanan dan ekonomi. Ia juga sepakat pada kebutuhan untuk meningkatkan upaya untuk mendorong Cina agar mau menggunakan pengaruh yang dimiliki terhadap Korea Utara, karena ancaman dari Pyongyang terus meningkat.

Pyongyang sendiri mengatakan mereka tidak gentar pada AS, dan siap menguji coba rudal setiap minggu, dan memperingatkan “perang habis-habisan” jika AS mengambil tindakan militer. Korea Utara tak akan tinggal diam. Bahkan mereka memastikan perang nuklir bisa pecah setiap saat. "Jika AS merencanakan serangan militer terhadap kami, kami akan bereaksi dengan serangan-serangan pendahuluan menggunakan nuklir dengan gaya dan metode kami sendiri," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Han Song Ryol.(afgan86@yahoo.com) 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)