Opini & Budaya

Apa Kabar Pak Hansip?

Magang Dua | Selasa, 18 April 2017 - 10:20:36 WIB | dibaca: 15 pembaca

Riyadi Pegiat literasi di KOMPAK, Pendidik di SDN 1 Kediri Karanglewas.

 

Betul-betul ironis jika kita mendengar istilah bahasa negeri jiran yang menyebut “Tentara Tak berguna” untuk barisan organisasi pertahanan dan keamanan berseragam hijau muda di negeri ini. Bagi negara tetangga kita sebutan “Tentara tak berguna” bukan menjadi istilah yang aneh. Sebab memang demikianlah istilah yang digunakan di sana untuk menyebut pasukan semacam Hansip di negeri kita. Namun ketika istilah itu digunakan untuk menyebut pasukan pertahanan sipil (Hansip) di negeri ini,  kemudian akan bernilai rasa sangat memprihatinkan sekaligus menurunkan derajatnya hingga ke level paling bawah.

Terlepas dari persoalan baik tidaknya istilah itu bagi Hansip di Indonesia, kita perlu menengok kembali akan keberadaannya di negeri ini. Sejauh mana keberadaan dan nasib mereka di negeri kita dalam kaitannya membela pertahanan negara?

Hansip lahir di Indonesia karena munculnya Keputusan Presiden Nomor  55  Tahun 1972. Di situ dinyatakan Hansip merupakan organisasi dalam sistem Hankamrata dan merupakan komponen Hankam dan komplemen ABRI. Tapi di tahun 2014 kemudian organisasi Hansip dibubarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono melalui Perpresnya Nomor 88 tahun 2014.

Hansip yang dikenal juga dengan sebutan perlindungan masyarakat (Linmas) dibentuk dengan tujuan mengikutsertakan rakyat  secara teratur dan tertib dalam pertahanan  dan keamanan nasional berdasar potensi rakyat semesta. Ini tentu sejalan dengan apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 30 tentang Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara di mana tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.

Pasal 30 ayat 2 juga memperjelas kedudukan dan fungsi organisasi tersebut yang menyebutkan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Hanya dalam kenyataanya pengertian dan fungsi Linmas ini kemudian mengalami perubahan makna. Awal pembentukan Linmas semestinya memiliki fungsi dalam penanganan ketentraman, ketertiban, dalam arti yang sangat luas. Termasuk di dalamnya  membantu menanggulangi para korban bencana alam, pengungsian, bantuan kemanusiaan, menangani kriminalitas, dan  memelihara keamanan dalam negeri.  Kenyataannya pengertian dan fungsinya menyempit pada sektor keamanan masyarakat saja. Bahkan pada periode tertentu Linmas ini terfokus dalam hal pengamanan penyelenggaraan Pemilu.

Di sisi lain persoalan Hansip atau Linmas tidak saja menyangkut persoalan makna dan fungsinya, melainkan banyak persoalan lain yang  membalutnya. Mulai dari nasib, eksistensi, kemampuan, hingga perekrutan keanggotaannya menjadi  pantas direnungkan.

Dalam hal keanggotaan misalnya, organisasi ini bukan menjadi organisasi bergengsi yang dapat membanggakan anggotanya. Menjadi anggota Hansip/Linmas bukanlah menjadi pilihan tetapi lebih banyak karena penunjukkan. Oleh karena itu indikasi kesadaran dan motivasi para anggotanya dalam hal peran serta dalam bidang ketahanan dan keselamatan negara tampaknya tidak bisa diyakini sepenuhnya. Pengertian bela negara, menjaga keamanan negara bukanlah konsep yang mereka pahami sepenuhnya. Menjadi anggota Hansip merupakan hal yang di luar angan-angan para warga negara.

Kenyataan itu dapat kita buktikan di lapangan bahwa keanggotaan Hansip lebih didominasi oleh orang-orang tua yang secara fisik kurang bisa diandalkan bahkan jauh dari kondisi para anggota angkatan bersenjata lainnya. Dalam hal kualitas SDM-nya mereka juga bukanlah orang-orang yang memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, bahkan banyak di antara mereka yang putus sekolah di pendidikan dasar.

Tentu saja Hansip/Linmas bukanlah sebuah organisasi yang dicari karena tidak ada apapun terkait dengan materi sebagai sumber kehidupannya. Keanggotaan mereka lebih banyak didominasi oleh mereka yang memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan karena itulah mereka dipilih dengan pertimbangan memilki waktu luang untuk berkegiatan.

Tidak adanya para pemuda yang tergugah untuk masuk menjadi keanggotaan Linmas menunjukkan bahwa organisasi tersebut bukan organisasi pilihan melainkan dibentuk karena kebutuhan.  Para pemuda tentu tidak akan bersedia jika harus menjadi anggota Hansip karena urusan harga diri dan gengsi.

Apalagi ketika sudah berbicara tentang sistem pembinaannya di mana mereka harus melaksanakan pembinaan secara militer karena memang pembinaan organisasi tersebut menjadi tanggung jawab militer. Mereka harus melaksanakan bentuk pembinaan ala militer yang cukup disiplin jika memang dilaksanakan secara prosedur yang benar. Tentu ini  juga cukup memberatkan mereka terutama yang sudah memiliki usia lanjut.

Bagaimanapun keberadaan organisasi tersebut memang sangat diperlukan oleh negara dan masyarakat di Indonesia. Mereka diharapkan menjadi tameng pertama di wilayah terkecil negeri ini yakni di desa atau kelurahan bahkan di wilayah RW dan RT. Merka adalah pasukan  di garda terdepan yang cukup membantu pihak keamanan baik tentara maupun polisi. Oleh karena itu keberadaan dan nasib mereka perlu diapresiasi dan diperhatikan dengan serius oleh semua pihak.

Bicara perihal peran serta dalam hal menjaga keamanan negara yang mengaitkan organisasi Hansip memang menjadi lumrah dan itu memang kewajiban tiap warga negara. Namun di sisi lain perihal kemanusiaan juga perlu dipikirkan. Bagaimanapun sebuah pengabdian dan dedikasi terhadap negara menjadikan kewajiban semua orang, namun kehidupan yang layak juga perlu menjadi hak setiap warga negara termasuk di dalamnya para anggota Hansip.

Para anggota Hansip adalah warga negara yang butuh hidup layak di samping kewajibannya. Oleh karena itu perlu kiranya pemerintah juga memikirkan persoalan kehidupan mereka. Kebijakan yang berpihak kepada mereka dalam hal kelayakan hidup tampaknya juga perlu ada agar mereka dalam bertugas juga memiliki semangat yang lebih besar.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)