Monosakarida: pemahaman, Contoh, tipe, peranan, susunan, karakter

Monosakarida, dikenal juga untuk gula simpel, salah satu senyawa fundamen yang berperan untuk bahan pembangun karbohidrat. Monosakarida ialah polihidroksi aldehida atau keton; yakni, mereka ialah molekul dengan lebih satu gugus hidroksil (-OH) serta satu gugus karbonil (C = O) dalam atom karbon terminal (aldosa) atau dalam atom karbon ke-2 (ketosa). Gugus karbonil masuk dalam larutan berair dengan gugus hidroksil untuk membuat senyawa siklik (hemi-asetal atau hemi-ketal). Monosakarida yang dibuat ialah padatan kristal yang larut di air.

Kita konsumsi beberapa macam karbohidrat lewat makanan kita tiap hari. Sumber karbohidrat paling besar buat kita ialah lewat gula. Monosakarida ialah bentuk gula paling simpel yang diketemukan dalam banyak makanan umum seperti madu, gula tebu, buah-buahan. Silahkan kita melihat detil monosakarida.

Apakah itu Monosakarida

Kita telah belajar mengenai karbohidrat edmodo serta apakah yang disebutkan karbohidrat. Saat ini monosakarida hanya bentuk paling simpel atau kategorisasi karbohidrat. Karena itu mereka diketahui untuk unit karbohidrat paling fundamen. Monosakarida diartikan untuk karbohidrat (atau gula) yang tidak bisa dihidrolisis semakin jauh untuk membuahkan gula yang semakin simpel.

Pemahaman
Monosakarida ialah karbohidrat paling simpel yang bisa kita dapatkan serta dengan cara kimiawi dibuat dari rantai poliol tunggal dengan gugus aldehida atau keton, hingga tidak bisa dipecah oleh hidrolisis.

Ciri monosakarida
Beberapa ciri penting monosakarida ialah:

Monosakarida ialah sumber energi; umumnya dari mereka sediakan seputar 4 kalori (kilokalori) per gr, sama dengan karbohidrat yang lain.
Mereka ialah nutrisi non-esensial, hingga badan bisa membuahkan semua yang diperlukan untuk peranan yang pas dari nutrisi lain.

Mereka tak perlu diekstraksi dari makanan lain.
Mereka diserap di usus kecil serta bisa diserap tanpa ada awalnya terdegradasi oleh enzim usus.
Mereka ialah karbohidrat paling simpel serta tidak bisa dihidrolisis.
Mereka dibuat oleh C, H serta O dalam rasio 1: 2: 1 semasing.
Mereka padat dalam persistensi, kristal, berwarna putih serta mempunyai rasa yang benar-benar manis.
Tergantung pada jumlah karbon yang membentuknya, terminasi beruang dipakai.
Yang sangat diketahui ialah glukosa, fruktosa serta galaktosa.

Tipe Monosakarida
Monosakarida mempunyai dua kategorisasi luas berdasar gugus fungsional yang berada di dalamnya. Maka bila mereka memiliki kandungan gugus aldehida, mereka diketahui untuk “aldosa”. Apabila mereka memiliki kandungan gugus keto kita mengatakan “ketosa”. Ada pula kategorisasi penambahan mengenai jumlah atom karbon yang terbagi dalam tiap molekul. Tabel di bawah ini akan membuat beberapa nama itu gampang dikenang.

Susunan Monosakarida
Rumus kimia yang dipunyai sejumlah besar monosakarida ialah Cx(H2O)y, dimana biasanya x≥ 3. Molekul tetap dibuat oleh tiga faktor serta tiga faktor saja: Karbon (C), Hidrogen (H) serta Oksigen (O). Molekul monosakarida benar-benar kecil serta ukurannya solid. Berikut fakta lain kita menyebutkan monosakarida untuk gula simpel.

Rumus kimia (CH2O)n memperlihatkan monosakarida ialah karbon hidrat. Tetapi, rumus kimia tidak memperlihatkan peletakan atom karbon di molekul atau kiralitas gula. Monosakarida diklasifikasikan berdasar seberapa banyak atom karbon yang dikandungnya, peletakan gugus karbonil, serta stereokimia mereka.

N dalam rumus kimia memperlihatkan jumlah atom karbon dalam monosakarida. Tiap gula simpel memiliki kandungan tiga atau bisa lebih atom karbon. Mereka digolongkan berdasar jumlah karbon: triosa (3), tetrosa (4), pentosa (5), heksosa (6), serta heptosa (7). Lihat, semua kelas ini dinamakan dengan akhiran -osa, yang memperlihatkan jika mereka ialah karbohidrat. Gliseraldehida ialah gula triosa. Eritrosa serta Treosa ialah contoh gula tetrosa. Ribosa serta xilosa ialah contoh gula pentosa. Gula simpel yang terbanyak ialah gula heksosa. Ini termasuk juga glukosa, fruktosa, manosa, serta galaktosa. Sedoheptulosa serta mannoheptulosa ialah contoh monosakarida heptosa.

Aldosis mempunyai lebih satu gugus hidroksil (-OH) serta gugus karbonil (C = O) pada karbon terminal, sedang ketosis mempunyai gugus hidroksil serta gugus karbonil yang terikat pada atom karbon ke-2.

Skema kategorisasi bisa digabungkan untuk memvisualisasikan gula simpel. Untuk contoh, glukosa ialah aldoheksose, sedang ribosa ialah ketoheksosa.

Linear versus. Siklik
Monosakarida bisa ada untuk molekul rantai lurus (asyiklik) atau untuk cincin (siklik). Gugus keton atau aldehida dari molekul lurus bisa bereaksi dengan cara reversibel dengan gugus hidroksil pada karbon lain untuk membuat cincin heterosiklik. Di cincin, satu atom oksigen memperantai dua atom karbon. Cincin yang dibuat dari lima atom disebutkan gula furanosa, sedang cincin yang terbagi dalam enam atom ialah bentuk piranosa. Di alam, bentuk rantai lurus, furanosa, serta pirranosa ada pada kesetimbangan. Menyebutkan molekul “glukosa” bisa mengacu pada glukosa rantai lurus, glukofuranosa, glukopiranosa, atau kombinasi bentuk.

Stereokimia
Monosakarida memperlihatkan stereokimia. Tiap gula simpel dapat berbentuk D- (dekstro) atau L- (levo). Bentuk D- serta L- ialah gambar cermin keduanya. Monosakarida alami berbentuk D, sedang monosakarida yang dibuat dengan cara sintetis umumnya berbentuk L.

Monosakarida siklik tampilkan stereokimia. Gugus -OH yang gantikan oksigen dari gugus karbonil bisa ada di satu dari dua tempat (biasanya digambar di atas atau di bawah cincin). Isomer diperlihatkan memakai awalan α- serta β-.

0 thoughts on “Monosakarida: pemahaman, Contoh, tipe, peranan, susunan, karakter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *